Monthly Archives: June 2014

Ideologi, Kepentingan dan Citra Diri

Dalam dunia politik, wacana dan perspektif selalu dibangun berdasarkan ideologi dan kepentingan orang tersebut. Dalam konteks ini, seseorang yang berada di blok tertentu pasti tidak akan netral menilai blok lain. Sebab perspektifnya pastilah yang menguntungkan blok dia. Parahnya, menjelek-jelekkan blok lain. Ini saya lihat terjadi di dua kubu.

Menurut saya, marketing yang baik dan efektif adalah menggali keunggulan “produk” kita tanpa menyerang “produk” lain. Ini tak hanya berlaku dalam ranah industri, juga dalam ranah politik. Kalau saya pendukung berat salah satu capres (untungnya bukan hehe) saya akan lebih memilih mempngaruhi orang-orang di lingkungan saya daripada “berbalas-pantun” dan menyebar kampanye negatif terhadap pihak lain di facebook dan media sosial. Itu lbh riil dampaknya.

Jangan Asyik Mendukung Capres di Facebook

PEMILIH DI FACEBOOK | Pengguna Facebook di Indonesia naik dari 41 juta (2013) menjadi 48 juta (2014). Sebagian besar pengguna (41 perse) berumur 18-24 tahun. Nah, karena banyak anak-anak SD-SMA menggunakan facebook dengan cara memalsukan umurnya, saya memperkirakan pengguna facebook yang punya hak pilih tak lebih dari 20 juta. Bahkan mungkin juga 15 juta. Bagaimana hitungannya?

Maaf, Saya Unfriend Anda Sementara

MAAF | Teman-teman, mohon maaf, Anda yang suka memposting sesuatu yang brutal, apalagi #rusaknalar, akan saya unfollow atau unfriend dulu ya. Soalnya postingan semacam itu tidak baik bagi kesehatan. Nanti sehabis Pilpres 9 Juli kita berteman lagi. Sekali lagi, ini bukan untuk memutus silaturahmi dan juga bukan tidak menghargai perbedaan. Ini semata-mata soal cara menyampaikan sesuatu yang, menurut saya, menganggu.

Kampanye Pink

Kalau kita ikut mencerca, apa bedanya kita dengan pasukan bayaran itu. Menyampaikan sikap oke, tapi tetaplah dengan nalar yang sehat. Tak perlu menyerang, apalagi memfitnah. Marketing yang berhasil mengikat pelanggan pada suatu produk adalah yang menampilkan kelebihan produknya, bukan yang menyerang apalagi memfitnah produk pesaing.

Capres, Isu Kemiskinan dan Pendidikan

Rupanya status Facebook tentang ‘kepedulian sosial’ tidak laku di facebook (saat ini, entah kemarin-kwmarin atau nanti). Kemarin saya bikin status yang mengajak kita semua untuk sedikit peduli pada anak-anak miskin (yang mungkin terancam putus atau tidak bisa sekolah) di lingkungan terdekat kita, tapi tak banyak mendapat respon. Aakah kepekaan sosial kita sudah beku?