Monthly Archives: June 2015

Persiapan Kongres Peradaban Aceh

Kongres Peradaban Aceh digagas untuk memperkuat identitas keacehan. Kali pertama, (KPA2015) kongres ini mengambil tema “Menggangkat Kembali Bahasa-bahasa di Aceh”. Mengapa bahasa didahulukan? Sebab, bahasa adalah bagian utama dari peradaban. Acara akan dilakukan dalam tiga tahap yakni FGD di Hotel Aryaduta, Jakarta pada 26 Juni 2015, Pra Kongres di Jakarta pada Agustus 2015, dan Kongres di Banda Aceh pada Oktober 2015. Informasi lain silakan kunjungi website peradabanaceh.com, twitter: @peradabanatjeh, email: peradabanaceh@gmail.com

Makmeugang

Mustafa Ismail, pegiat kebudayaan, @musismail | KOLOM INI pernah di muat di Koran Tempo, Kamis, 18 Juni 2015. |

Sebuah foto masakan daging yang begitu menggoda, tiga hari lalu, masuk di Whatsapp saya, dilengkapi pesan dalam bahasa Aceh: “Kak na geutaguen sie ruboh, menyona hawa euntreuk piyoh.” Pesan itu dari seorang warga Aceh di wilayah Tangerang Selatan. Kami menyebutnya Ngoh Min atau Bang Amin –namanya M. Amin — seorang insiyur sekaligus pengusaha bidang perawatan mesin pesawat terbang.

Selamat Ramadhan

Selamat ramadhan, selamat berpuasa….

Muge

Mustafa Ismail, pegiat kebudayaan, @musismail | Esai ini pernah dimuat di Koran Tempo, Sabtu, 13 Juni 2015.
|

Setiap ada hiruk-pikuk—terutama hiruk-pikuk politik—saya jadi ingat tepi pantai di kampung saya di Aceh. Tiap pagi, sepulang para nelayan dari melaut, suasana riuh. Keriuhan terjadi antara nelayan dan para muge eungkot, makelar dan pedagang ikan, yang melakukan tawar-menawar ikan. Biasanya mereka berdiri melingkar mengelilingi ikan-ikan yang ditaruh dalam raga alias keranjang.