Wajah Baru, Blog Lama: Merawat Semangat Menulis

Wajah Baru, Blog Lama: Merawat Semangat Menulis

>>>Sukses sebagai bloger itu tidak ditentukan oleh platform apa yang digunakan, tapi kualitas konten, konsistensi dan promosi. Makin populer sebuah blog, makin banyak iklan dan tawaran berdatangan. Tak terasa blog saya, musismail.com, More »

Ajakan Bikin Puisi tentang Pahlawan

Ajakan Bikin Puisi tentang Pahlawan

Saya punya ide bikin kumpulan puisi tentang pahlawan. Pahlawan dalam arti sangat luas, bukan hanya tentang mereka yang berperang. Sebab pahlawan bisa siapa saja. Bisa ibu kita. Ayah kita. Guru. Tukang sapu More »

Puisi Perahu

Puisi Perahu

KLIPING | SUMBER: Koran Tempo, 11 Agustus 2009. Hujan belum sepenuhnya berhenti ketika puluhan sastrawan satu persatu meninggalkan kafe. Mereka melangkah ke dermaga kecil yang terbuat dari kayu yang menyatu dengan cafe More »

Koran Tempo Makassar Pamit dan Beralih ke Digital

Koran Tempo Makassar Pamit dan Beralih ke Digital

Koran Tempo edisi Makassar atau dikenal dengan Koran Tempo Makassar (KTM) tidak lagi terbit dalam versi cetak. “Mulai edisi 2 Mei 2016 kami hanya menerbitkan koran digital. Inilah edisi penghabisan di platform More »

Mustafa Ismail: Orang Muda Aceh Harus Bangga dengan Bahasa Ibunya

Mustafa Ismail: Orang Muda Aceh Harus Bangga dengan Bahasa Ibunya

SUMBER: ACEHTREND.CO, 8 DESEMBER 2015. ACEHTREND.CO, Aceh — Target Kongres Peradaban Aceh (KPA) adalah agar anak-anak muda Aceh kembali bangga dengan bahasa-bahasa yang ada di Aceh. “Kita tidak boleh malu dengan bahasa More »

 

Category Archives: kabar

Wajah Baru, Blog Lama: Merawat Semangat Menulis

>>>Sukses sebagai bloger itu tidak ditentukan oleh platform apa yang digunakan, tapi kualitas konten, konsistensi dan promosi. Makin populer sebuah blog, makin banyak iklan dan tawaran berdatangan.

Tak terasa blog saya, musismail.com, usianya sudah lebih tujuh tahun. Pertama kali membeli domain komersial (.com) pada 27 Desember 2011. Sebelumnya, saya ngeblog di platform gratisan wordpress yang beralamat di jalansetapak.wordpress.com. Sebelumnya lagi, pada 1997, saya menulis di blog gratisan anglefire.

Ajakan Bikin Puisi tentang Pahlawan

Saya punya ide bikin kumpulan puisi tentang pahlawan. Pahlawan dalam arti sangat luas, bukan hanya tentang mereka yang berperang. Sebab pahlawan bisa siapa saja. Bisa ibu kita. Ayah kita. Guru. Tukang sapu di pinggir jalan. Politisi. Ekonom. Pejabat. Aktivis. Dan sebagainya.

Puisi Perahu

KLIPING | SUMBER: Koran Tempo, 11 Agustus 2009.

Hujan belum sepenuhnya berhenti ketika puluhan sastrawan satu persatu meninggalkan kafe. Mereka melangkah ke dermaga kecil yang terbuat dari kayu yang menyatu dengan cafe itu. Di sana, sebuah perahu besar dan sejumlah perahu kecil telah menunggu. Para sastrawan lalu meniti anak tangga masuk ke dalam kapal besar.

Koran Tempo Makassar Pamit dan Beralih ke Digital

Koran Tempo edisi Makassar atau dikenal dengan Koran Tempo Makassar (KTM) tidak lagi terbit dalam versi cetak. “Mulai edisi 2 Mei 2016 kami hanya menerbitkan koran digital. Inilah edisi penghabisan di platform cetak. Kami akan terus bekerja melengkapi transisi menuju format digital sepenuhnya sampai akhir tahun ini,”

Mustafa Ismail: Orang Muda Aceh Harus Bangga dengan Bahasa Ibunya

SUMBER: ACEHTREND.CO, 8 DESEMBER 2015.

ACEHTREND.CO, Aceh — Target Kongres Peradaban Aceh (KPA) adalah agar anak-anak muda Aceh kembali bangga dengan bahasa-bahasa yang ada di Aceh. “Kita tidak boleh malu dengan bahasa yang ada di Aceh. Orang muda harus bangga kembali dengan bahasa ibunya,” kata Mustafa Ismail.

Dari Pengunjung Stasiun Senen sampai “Warung” Bulungan

Sumber: Sinar Harapan, Sabtu 29 Februari 2009

Jakarta – Di areal lapangan yang menghubungkan antara Stasiun Senen dan Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, di tengah penumpang kereta api yang ingin pulang dan pergi, di antara pedagang kaki lima, pengamen dan pengemis kota Jakarta, diskusi bertajuk “Sepilihan Puisi Penyair” karya Giyanto Subagio-Kongkow Sastra Planet Senen-Labo Sastra” ini pun digelar. Tepatnya di Plaza Depan Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, Jalan Stasiun Senen Nomor 1, Senin (23/2).

Pembicaranya penyair Dharmadi dan sastrawan juga pengamat budaya Mustafa Ismail.
Terpal dilebarkan karena pelataran Senen barusan “diserbu” oleh hujan. Areal kosong yang kerap dijadikan lahan parkir itu pun disulap menjadi tempat pembahasan puisi karya Giyanto Subagio. Orang-orang yang berminat dengan dunia sastra, baur dengan para penjaja jualan di Senen dan penumpang kereta di Stasiun Senen yang melintasi areal itu.

Kongres Kompi dan Puisi untuk Papa

Rabu malam, 25 April 2012, saya ketemu Devie Matahari di Taman Ismail Marzuki (TIM). Ia mengingatkan bahwa Kongres Kompi (Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia) akan diadakan hari ini, Jumat, 27 April. Kongres terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama adalah prosesi kongres yang berlangsung di Badan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Rawamangun pada 27-28 April.

Bagian kedua adalah pertunjukan yang diadakan di Teater Kecik Taman Ismail Marzuki, Minggu, 29 April 2012. Pertunjukan ini diberi tema “Parade Puisi Memoriam Papa”. Papa yang dimaksud adalah almarhum Fredy Arsi, salah seorang tokoh musikalisasi puisi di Indonesia, yang berpulang beberapa waktu lalu. Papa, begitu para seniman muda menyapanya, adalah sosok yang mendidikasikan dirinya untuk dunia seni, khususnya musikalisasi puisi selama puluhan tahun.

Kegiatan ini, menurut Ane Matahari, salah satu pantolan kelompok musikalisasi Devies Sanggar Matahari, diikuti oleh para pengurus Kompi dari berbagai provinsi di Indonesia. Beberapa propinsi di antaranya, yang datang bukan hanya pengurus Kompi wilayah, juga membawa serta kelompok musikalisasi. Merekalah, Ane menjelaskan, yang akan berpentas pada “Parade Puisi Memoriam Papa”. “Ada empat daerah yang membawa kelompok musikalisasi puisi,” ujar Ane di TIM, Rabu malam itu.

Pada Minggu malam itu, sekaligus pelantikan pengurus baru Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia periode 2012-2015. Sekaligus pada malam itu, kongres Kompi ditutup. [MI]

Baca Puisi Chairil Anwar Sore Ini di TIM

Sore kemarin, Selasa, 24 April 2012, penyair Remmy Novaris DM, salah seorang penggagas acara “Nafas Sejarah Chairil Anwar itu”, menelpon saya. Ia memastikan agar saya untuk membaca puisi pada acara memperingati Chairil Anwar di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta yang berlangsung hari ini, Rabu, 25 April pukul 15.00-22.00 WIB. Acara itu” itu diadakan oleh Forum Seniman Jakarta dan Pusat Kesenian Jakarta.

Biennale Sastra di Padang

Kawan-kawan penulis sastra di Padang, Sumatera Barat, mengadakan acara Padang Literary Biennale (Bienal Sastra Padang) di Padang, 28 April 2012, mulai dari pukul 16.00 – 22.00. Tempatnya mereka pilih: Halaman Rumah Kreatif Kandangpadati. Mereka menyuguhkan beragam acara yakni pembacaan puisi oleh 25 Penyair Sumatera Barat, musikalisasi Puisi, monolog dan orasi kebudayaan. Dalam daftar pembaca puisi ada nama-nama seperti Esha Tegar Putra, Deddy Arsya, Haqimah Rahmah, Alizar Tanjung, Ria Febrina, dan lain-lain.

Requiem Bagi Rocker di Solo

Panggung Sastra Indonesia “Requiem Bagi Rocker” (Chairil Anwar, Murtidjono, dan Kebebasan Ekspresi). Begitulah nama acara yang akan digelar di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, Sabtu, 21 April 2012, pukul 19.30. Dalam undangan yang beredar di laman Facebook, yang diposting oleh penyair Wijang Warek, tertulis nama-nama para penyair yang bakal mengisi acara itu. Tak kurang ada 128 penyair yang bakal terlibat dalam acara itu.

Sebelumnya, panitia memang menyebarkan undangan kepada para penyair untuk mengirimkan puisi untuk dibukukan demi mengenang mantan Kepala Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, Murtidjono. Tampaknya, para penyair yang tercantum dalam undangan itu adalah yang mengirimkan karya mereka.

Kegiatan itu akan diwarnai dengan diskusi dengan pembicara Kusprihyanto Namma, Kabut BM dan Sosiawan Leak (moderator). Menurut Wijang Warek dalam postingnya di Facebook, ada pula penampilan Musik Warung Sastra Tegal, Musik Asah Manah Slawi, Musik Surau Kami Semarang dan Teater Perisai Purwokerto.

Mau lihat detil undangannya? Klik: di sini. [MI]