Penulis Sastra Mendadak Lucu di Malam Sastra Margonda

Penulis Sastra Mendadak Lucu di Malam Sastra Margonda

Bertajuk “Dongeng Tentang Kita”, Malam Sastra Margonda (MSM) yang diadakan oleh Komunitas Sastra Margonda untuk memperingati Hari Dongeng Sedunia yang jatuh pada 20 Maret 2020. Malam Sastra Margoda diadakan di Miebiee Pasta, More »

Merayakan Dongeng

Merayakan Dongeng

Merayakan Hari Dongeng Sedunia Ayo kita bertemu dan ngopi di #malamsastramargonda Sabtu, 14 Maret 2010 Pukul 19.00-22.30 di @miebiipasta_ Jalan Merpati 6 No 237 Pancoran Mas Depok More »

Malam Sastra Margonda: Hujan Cinta Februari

Malam Sastra Margonda: Hujan Cinta Februari

Malam Sastra Margonda digagas oleh Mustafa Ismail, Tora Kundera dan Willy Ana. Acara ini diharapkan menjadi ruang bagi para pecinta seni dan sastra di Depok, terutama anak muda, untuk berekspresi sekaligus mengapresiasi More »

Merayakan Hujan dan Puisi

Merayakan Hujan dan Puisi

Hujan dan Puisi seperti Sapardi dan Bulan Juni. Mereka mengajak kita dalam bait-bait yang membungahkan hati. Nah, menyambut Februri, kita merayakan hujan dan puisi, sambil membaca puisi-puisi cinta karya sendiri, karya siapa More »

Lanjutan Kisah Hansaplast, Gunting dan Lain-lain

Lanjutan Kisah Hansaplast, Gunting dan Lain-lain

………….. Saya teringat ada sebuah ponsel Nokia berbasis Windows yang tak terpakai di rumah. Tapi, masalahnya hp itu tidak bisa pakai WhatsApp. Sementara, nomor kontak orang yang janjian lihat laptop itu di More »

 

Karya yang Melawan Kebiasaan

Puisi dan cerpen yang asyik, bagi saya, adalah yang melawan kebiasaan dan menyajikan sesuatu yang segar serta dengan cara yang segar pula. Ia bukan potret realitas, meskipun bisa saja bertolak realitas, namun ia harus melebih apa yang menjadi realitas atau terjadi dalam realitas. Di situlah nilai lebih karya sastra.

Karya kreatif sejatinya memang bukan menyajikan potret realitas. Jika itu terjadi, orang lebih memilih membaca koran, media online, dan media sosial — yang bisa lebih dramatik dan mendebarkan. Media mainstream maupun media sosial terus memproduksi hal-hal baru, yang terkadang tak terpikirkan.

Maka jika para kreator tumpul imajinasinya mereka akan kalah oleh hiruk-pikuk dunia nyata. Padahal kreator mempunyai alat paling dahsyat dalam berkarya yakni imajinasi. Ia bisa menjadi “tuhan” bagi karya-karyanya.
Sehingga, seorang kreator bisa melampaui apa yang terjadi di dunia nyata maupun dunia maya.

Satu lagi: seorang penulis sastra selalu sungguh-sungguh menjelajah, tak hanya gagasan dan imajinasi, tetapi juga bahasa. Alat bagi seorang penulis sastra adalah bahasa. Jika bahasanya belepotan, kalimatnya susah dipahami, strukturnya berlompatan, kering, tentu saja gagasan dan imajinasinya akan gagal terungkapkan.

MI | @MUSISMAIL | 15102019

*) Ilustrasi foto: pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *