Tag Archives: penyair Aceh

Dari Sebiji Padi

dari sebiji padi kita menjelma pagi, sepotong sajak dan

secangkir kopi – tumpah di tepi

“kau pasti lupa pada pulot, timphan dan seudati.”

aku selalu membenci mulutmu yang sebiru mataku

meruapkan aroma Seulawah dengan rumah tua di pucuknya

dan kau pernah berpose di sana sambil membayangkan:

Kesetiaan dan Kerinduan yang Romantis Doel CP Allisah

Catatan : Mustafa Ismail

=====

Ini tulisan lama yang disertakan sebagai pengantar buku antologi puisi dua bahasa milik penyair Aceh Doel CP Allisah “Nyanyian Miris” (ASA & DKB, 2007).

=====

kesetiaan adalah,
senyum bocah-bocah
tanpa kebanggaan
kesetiaan adalah,
manusia-manusia lapang dada
solider dan toleransi
kesetiaan adalah,
kamu yang di jiwaku
dan kita saling memberi pengertian
makna cinta sebening embun pagi

Sajak berjudul “Kesetiaan” yang ditujukan kepada Baden dan Cut Tiwayla itu sajak paling tua dalam kumpulan ini. Sajak ini bertahun penciptaan 1976-1979. Saya menduga, sajak ini ditulis pertama kali pada 1976, lalu mungkin mengalami perbaikan akhir pada 1979.

Pada saat sajak ini ditulis pertama kali, usia Doel CP Allisah, penyair ini, baru berusia 15 tahun. Doel lahir di Banda Aceh pada 3 Mei 1961. Artinya, Doel memulai perjalanan kreatifnya, setidaknya bisa ditandai dengan sajak paling tua dalam kumpulan ini, pada umur 15 tahun.

Boleh jadi, sajak yang ditulis pada usia 15 itu belum sempurna. Maka, ia pun merevisi ulang sajak itu. Hasilnya seperti yang kita baca di awal tulisan ini.