Tag Archives: poetry

Lomba Baca Puisi Festival Literasi Padangpanjang

Padangpanjang termasuk salah satu kota yang sangat aktif dalam bidang literasi dan seni. Ini memang bisa dipahami, karena di kota itu berdiri sebuah kampus seni, yakni Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Saya pernah beberapa kali ke sana untuk mengisi beberapa acara, mulai dari pemateri diskusi, peluncuran buku, hingga menjadi workshop jurnalistik.

Sepasang Kereta, dari Puisi ke Karya Rupa

Tulisan ini masih melanjutkan tulisan sehari sebelumnya. Jika sebelumnya saya merespon lukisan Jeffrey Sumampouw, kali ini Jeffrey yang merespon puisi saya. Puisi itu saya tulis pada 2009, ketika saya bersama sejumlah penyair Aceh hadir untuk “silaturahmi puisi” di Yogyakarta. Puisi ini saya tujukan kepada dua kawan yang amat baik dan bersahaja, mulai dari menyambut kami, hingga menyiapkan acara di sana.

Dari Missing Room Jeffrey Sumampouw ke Puisi Mata Pisau

Depok adalah “tempat tidur” bagi banyak seniman nasional. Ada penulis sastra alias sastrawan, seniman teater, aktor/aktris, perupa, pegiat film, penari, dan seterusnya. Mereka hanya tinggal di Depok, namun mereka berkiprah di luar Depok. Ketika diundang ke berbagai forum seni di dalam dan luar negeri, mereka disebut sebagai “seniman Jakarta” atau “Seniman Indonesia”, bukan seniman Depok. Padahal mereka tinggal di Depok.

Apakah Kita Masih Merindukan Kampung Halaman?

Kampung dan kota, apa bedanya? Teknologi informasi membuat batas-batas desa dan kota semakin tipis, bahkan tak berbatas lagi. Saat sebuah peristiwa terjadi di satu sudut dunia dalam sekejab informasinya menyebar ke seluruh sudut dunia lain. Tak hanya dalam bentuk teks, tapi dalam bentuk multimedi: foto, video dan suara.

Habis Burman, dari Rex ke Blang Bintang

Sosok yang saya ditulis dalam puisi ini sangat unik. Teman-teman penyair di Aceh menyebutnya “Presiden”. Lengkapnya adalah “Presiden Rex”. Ini tak lain adalah sebutan Kompas ketika menulis profilnya panjang lebar pada 1990-an. Rex, yang berlokasi di Peunayong, Banda Aceh, adalah pusat jajan penting di Aceh.

Dari Sastra Kontekstual ke Puisi Realitas Zaman

OLEH: MUSTAFA ISMAIL,
penulis sastra dan kebudayaan. |

“…. penyair dituntut untuk lebih peduli di masa kini. Peduli berarti harus siap memahami realitas zaman. Penyair semakin dituntut untuk mengasah indranya kian peka menyikapi fakta melalui ungkapan kata.” (Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin dalam teks pidato Hari Puisi Indonesia 2018).

Puisi Bagus versus Karya Juara

Beberapa lalu, saya memperlihatkan sebuah buku puisi kepada seorang kawan baik yang datang ke rumah. Puisinya pendek-pendek. Teman yang membaca itu bilang: “Bagus-bagus puisinya ya,” katanya. “Segar.” Saya menimpali: kekuatan puisi memang tidak ditentukan oleh panjang-pendeknya. “Jadi tidak perlu memaksa diri puisi harus menulis puisi panjang-panjang.”

Mari Ngopi dan Berpuisi

Kopi dan puisi boleh jadi tak jelas hubungannya. Puisi tidak dilahirkan oleh kopi, begitu sebaliknya: kopi tidak dilahirkan oleh puisi. Puisi tidak mempengaruhi kopi dan kopi tidak mempengaruhi puisi. Kedua benda itu tidak diikat oleh benang merah tertentu. Ada penyair yang suka kopi, ada pula yang tidak. Bahwa sebagian besar penyair itu suka ngopi, itu bukan sesuatu yang luar biasa. Itu hanya soal selera, bukan “kewajiban” dan hubungan kausalitas.

Sabang, Kapal

Jika Anda ke Aceh, tak lengkap jika tidak ke Sabang. Sabang, yang terletak di Pulau Weh, adalah salah satu destinasi wisata yang indah. Pulau kecil itu berada di tengah laut. Tentu, utuk mencapainya Anda harus menggunakan kapal. Perjalanan dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, ke Sabang, memakan waktu sekitar dua jam dengan menggunakan kapal biasa. Tiketnya dulu Rp.30.000 (kelas ekonomi). Saya tidak tahu sekarang.

Sajak Dibuang Sayang: Ironi Pagi

Saya tak ingat kapan puisi ini saya tulis, dugaan saya pada akhir 1990-an atau awal 2000-an. Saya tak sengaja menemukan filenya di komputer ketika membaca-baca tulisan lama. Saya belum berniat untuk memperbaikinya — agar layak dikirimkan ke koran misalnya. Saya posting saja dulu di sini seperti aslinya.