Tag Archives: story

Tangan Kanan Memberi, Tangan Kiri Tak Tahu

>Rezeki bukan saja titipan, tapi sekaligus ujian: apakah kita bisa menggunakannya dengan baik dan untuk jalan kebaikan.

Seorang kawan, Suman, bersungut-sungut tak habis pikir sejak kapan orang-orang di kampungnya terkena penyakit narsis. Alkisah begini. Kampung mereka, Meurandeh, berencana merenovasi meunasah alias langgar atau musalla, dalam bahasa Indonesia. Plafon sudah mulai keropos karena beberapa bagian atap tireh (bocor). Jadi, atap harus dibongkar plus plafon untuk diganti dengan yang baru.

Robur, Simpang Mesra dan Romantika Mahasiswa Aceh

Saya tidak kuliah di Darussalam. Di sana, ada dua kampus negeri yang telah banyak melahirkan sarjana dan sebagian di antaranya menjadi pemimpin di Aceh maupun di luar Aceh. Saya kuliah di sebuah kampus di pojok lain Banda Aceh, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIEI) Banda Aceh. Tak ada robur yang mengantar mahasiswa dari pusat kota Banda Aceh ke “kampus biru” kami. Setiap ke kampus kami menumpang labi-labi, nama lain untuk angkutan kota.

Telor versus Kolor

>Apa hubungannya telor dengan kolor? Silakan meneruskan membaca tulisan ini sampai tuntas. Nanti akan ada jawabannya.

Beberapa hari lalu, tepatnya pekan lalu, harga telor sudah masih “kenceng” saja. Di warung dekat rumah harganya Rp 27 ribu sekilo. Bahkan, dua hari lalu, ada yang menjual Rp 28 ribu sekilo. “Di tempat saya telor Rp 28.000,” kata seorang kawan di Depok. Meski ada pula yang menjual Rp 26 ribu.

Muge dan Keriuhan Politik

Saya pernah menulis tentang Muge, orang yang berprofesi sebagai pedagang keliling. Muge paling popular untuk pedagang ikan keliling, meskipun bisa pula untuk pedagang keliling lainnya. Bisa pedagang pisah, jeruk, semangka, ayam, dan seterusnya. Muge adalah orang yang mengambil barang dari sumber utama – entah petani, peternak, atau nelayan – untuk dijual kepada konsumen.

Tidur dan Bermimpi di Tepi Jalan Makam

Dulu, ketika kecil, waktu SD dan SMP, saya sangat sering tertidur saat dibonceng memakai sepeda motor oleh ayah saya. Entah mengapa, meskipun awalnya tidak ngantuk tapi begitu berbonceng dan sepeda motor jalan beberapa kilometer, kepala mulai berat dan mata minta dikatup. Dan bisa diduga: tertidur. Terkadang ayah tak tahu saya tertidur. Saya pun suka tidak sadar. Saya baru sadar ketika sepeda motor direm mendadak, dengan berbagai alasan.

Kita Sering Melupakan Kegembiraan Kecil

Pada hari Minggu dua pekan lalu, saya mengajak anak-anak di rumah untuk merapikan teras di balkon rumah kami. Teras itu jarang diurus. Banyak benda tak penting teronggok di sana. Mulai dari semen, kayu-kayu, keramik, hingga meja yang rusak. Kayu-kayu ditempatkan pada sebuah sudut di atap, begitu juga keramik lantai yang belum sempat digunakan, ditaruh di atas topi kanopi, dan sebagian kayu tak terpakai “dikirim” ke bak sampah.

Lorong Tua dan Rambut Kami Makin Putih

Dulu, jalan kecil itu terasing dan sepi. Tak banyak yang lewat di sana. Jalan itu tembus dari Jalan Mohammad Djam, persis samping Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, ke Jalan Iskandar Muda Banda Aceh, persis di depan kampus lama Fakultas Sospol Universitas Iskandar Muda atau kini Museum Tsnunami.

Trienggadeng

Jika Anda melintas di jalur pantai utara (Pantura) Aceh dari Banda Aceh ke Medan atau sebaliknya, singgahlah sebentar di Trienggadeng. Apa istimewanya? Tidak terlalu istimwewa, tapi jika Anda singgah cukup membuat Anda kangen untuk singgah lagi di lain waktu.

Bajingan

Saya hampir tidak pernah menggunakan kata-kata kasar, apalagi kata “bajingan”, meskipun saya sangat marah. Tapi kali ini saya ingin sekali berteriak dan mengucapkan kata: Bajingan!

Jika ditempatkan secara benar, bagi penyair yang terampil berbahasa — bukan orang yang mengaku-aku penyair dan hidup dalam tempurung, apalagi “begundal kesenian” — sesungguhnya kata “bajingan” itu puitis.

Bengkulu yang Manis

Puisi ini saya bacakan di pentas terakhir Festival Sastra Bengkulu di perkebunan teh di Kebawetan, Kepahiyang, Minggu, 15 Juli 2018. Festival Sastra Bengkulu berlangsung pada 13-15 Juli 2018. Kegiatan disebar di sejumlah tempat. Pembukaan acara oleh PLT Gubernur Bengkulu di Pendopo Gubernur, Jumat malam, 13 Juli 2018.