Malam Sastra Margonda: Hujan Cinta Februari

Malam Sastra Margonda: Hujan Cinta Februari

Malam Sastra Margonda digagas oleh Mustafa Ismail, Tora Kundera dan Willy Ana. Acara ini diharapkan menjadi ruang bagi para pecinta seni dan sastra di Depok, terutama anak muda, untuk berekspresi sekaligus mengapresiasi More »

Merayakan Hujan dan Puisi

Merayakan Hujan dan Puisi

Hujan dan Puisi seperti Sapardi dan Bulan Juni. Mereka mengajak kita dalam bait-bait yang membungahkan hati. Nah, menyambut Februri, kita merayakan hujan dan puisi, sambil membaca puisi-puisi cinta karya sendiri, karya siapa More »

Lanjutan Kisah Hansaplast, Gunting dan Lain-lain

Lanjutan Kisah Hansaplast, Gunting dan Lain-lain

………….. Saya teringat ada sebuah ponsel Nokia berbasis Windows yang tak terpakai di rumah. Tapi, masalahnya hp itu tidak bisa pakai WhatsApp. Sementara, nomor kontak orang yang janjian lihat laptop itu di More »

Hoax Merajelala, Seniman di Mana?

Hoax Merajelala, Seniman di Mana?

Dua hari lalu, tepatnya Rabu pagi, perupa Jeffrey Sumampouw mengirim pesan mesanger di aplikasi WhatsApp. Isinya mengajak saya menjadi salah satu narasumber diskusi tentang seni di *Marto Artcentre di Jalan Pondok Labu More »

Jangan Lupa Kirim Puisi untuk PPN Kudus

Jangan Lupa Kirim Puisi untuk PPN Kudus

Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XI diadakan di Kudus, Jawa Tengah, 28-30 Juni 2019. Kegiatan ini akan diramaikan oleh para penyair Indonesia dan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan lain-lain. Seperti More »

 

Kongres Kompi dan Puisi untuk Papa

Rabu malam, 25 April 2012, saya ketemu Devie Matahari di Taman Ismail Marzuki (TIM). Ia mengingatkan bahwa Kongres Kompi (Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia) akan diadakan hari ini, Jumat, 27 April. Kongres terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama adalah prosesi kongres yang berlangsung di Badan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Rawamangun pada 27-28 April.

Bagian kedua adalah pertunjukan yang diadakan di Teater Kecik Taman Ismail Marzuki, Minggu, 29 April 2012. Pertunjukan ini diberi tema “Parade Puisi Memoriam Papa”. Papa yang dimaksud adalah almarhum Fredy Arsi, salah seorang tokoh musikalisasi puisi di Indonesia, yang berpulang beberapa waktu lalu. Papa, begitu para seniman muda menyapanya, adalah sosok yang mendidikasikan dirinya untuk dunia seni, khususnya musikalisasi puisi selama puluhan tahun.

Kegiatan ini, menurut Ane Matahari, salah satu pantolan kelompok musikalisasi Devies Sanggar Matahari, diikuti oleh para pengurus Kompi dari berbagai provinsi di Indonesia. Beberapa propinsi di antaranya, yang datang bukan hanya pengurus Kompi wilayah, juga membawa serta kelompok musikalisasi. Merekalah, Ane menjelaskan, yang akan berpentas pada “Parade Puisi Memoriam Papa”. “Ada empat daerah yang membawa kelompok musikalisasi puisi,” ujar Ane di TIM, Rabu malam itu.

Pada Minggu malam itu, sekaligus pelantikan pengurus baru Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia periode 2012-2015. Sekaligus pada malam itu, kongres Kompi ditutup. [MI]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *