Tag Archives: life

Idul Fitri, Takbir, Lilin dan Petasan

Saya kini berada ribuan kilometer dari kampung saya di sebuah kota kecil di Aceh. Di kampung saya, yang dulu masuk wilayah Kabupaten Pidie namun belakangan karena pemekaran menjadi bagian dari Pidie Jaya, terutama ketika saya kecil, tak banyak hiruk pikuk. Setiap malam Lebaran saya membakar lilin dan menjejerkannya di pagar. Apa hubungannya lebaran dengan lilin?

Sahur

Saya punya cara sahur sendiri: makan kapan saja dan saya niatkan untuk sahur. Memang, sebenarnya sahur sangat dianjurkan dalam rentang waktu lewat tengah malam hingga waktu imsak, beberapa menit sebelum subuh.

Sungguh Berat Mengantar Laptop Apple MacBook ke Pemilik Baru

Sungguh, terkadang kita tidak bisa menduga perpisahan kapan datangnya. Bukan hanya perpisahan dengan kawan, sahabat, keluarga, dan orang-orang terkasih, juga perpisahan dengan barang kesayangan kita. Seperti kali ini, saya akan mengantarkan laptop saya, merek Apple alias MacBook untuk menemui pemilik barunya. Andakah?

Syair Kehilangan

… maka hanyutlah sekeping emas terbawa
deras arus. tambang mana mesti kembali aku
mencarinya. atau kubiarkan saja kereta pagi
lewat dan menggilasku. dalam tidur panjang

Lanjutan Kisah Hansaplast, Gunting dan Lain-lain

…………..

Saya teringat ada sebuah ponsel Nokia berbasis Windows yang tak terpakai di rumah. Tapi, masalahnya hp itu tidak bisa pakai WhatsApp. Sementara, nomor kontak orang yang janjian lihat laptop itu di Whatsapp. Tapi, untuk jaga-jaga, saya pindahkan nomor saya ke ponsel berbasis windows itu. Saya berharap orang tersebut akan mengontak saya ke nomor biasa, bukan lewat WA. Saya janjian pukul 13.00. Namun, saya tiba di Plaza Senayan pukul 13.23. Lumayan telat, karena tadi asyik ngoprek-ngoprek hp agar normal kembali.

Saya duduk di lobi, dekat kolam kecil yang dikeliling pagar rendah dari tembok dan bisa digunakan untuk duduk. Sejumlah orang saya lihat duduk di sana. Saya menunggu orang tersebut untuk mengontak saya ke nomor biasa. Masalahnya, saya tidak bisa mengontaknya karena nomor dia ada di WhatsApp. Sambil duduk, saya kembali mencoba mengoprek-oprek ponsel agar normal kembali. Saya tekan tombol power, tombol suara, dan seterusnya seperti petunjuk. Juga tidak berhasil. Jika manusia, mungkin tombol power dan tombol-tombol lainnya itu akan menjerit ditekan terus, kadang kuat-kuat.

Kenapa

kita terharus berhenti di sini
terpana pada gelap
menimang-nimang luka.

Diam-Diam Kutulis Sebait Puisi

Puisi ini, “Diam-diam Kutulis Sebait Puisi”, masih merupakan bagian dari puisi-puisi dalam bundel “Perjalanan” karya saya. Puisi ini saya tulis di kampung saya di Trienggadeng (dulu Kabupaten Pidie, kini Pidie Jaya) bertolak dalam sebuah perjalanan dari Banda Aceh ke kampung. Puisi ini memadukan pengalaman sosial sekaligus trandensental.

Sajak Tahun Baru

Semula sajak ini, seperti terketik di bundel Perjalanan berjudul “Selamat Pagi”. Namun, entah kapan, saya telah mencoret judul ketikan itu dengan tinta balpoin hitam dan di atasnya saya tulis “Sajak Tahun Baru”. Memang, puisi itu saya tulis pada 1 Januari 1992.

SAJAK TAHUN BARU

selamat pagi pak tani, sapa mentari baru pagi
ini. sesuai mandi, kita mulai lagi membajak
sawah. memakai pakaian baru, sepatu, dan
dengan segenap peralatan baru pula. setelah
itu sama-sama kita bercocok tanam, menanam
tanaman kesukaan, kemudian kita panenkan! Oh ya,
sebelum berangkat, mari sejenak kita
melihat ke belakang: sejauh mana kita sudah
berjalan! sekarang mari kita melangkah lagi
dengan segala persiapan dan perbekalan.

trg,
1 Jan 1992

MUSTAFA ISMAIL

>FOTO UTAMA: Pixabay.com

Pagi Masih Berembun

pagi maskh berembun
daun-daun bergoyang
dan burung-burung nerjaga
beranjak menyisir kali
menempuh langit!

Memar, Kisah tentang Sebuah Kesadaran

Puisi ini saya tulis seusai ujian di kampus pada 11 Agustus 1991. Saya tidak ingat apa yang melecut saya menulis puisi ini. Hal yang bisa saya catat: puisi menyuratkan sekaligus menyiratkan kesadaran tertentu terhadap sebuah keadaan. Terkadang, baru menyadari sesuatu ketika berada di satu titik. Begitu pun saya. Saya tersentah oleh sebuah peristiwa dan saat itulah saya tersadar.