Tag Archives: literary

Merayakan Dongeng

Merayakan Hari Dongeng Sedunia
Ayo kita bertemu dan ngopi di
#malamsastramargonda
Sabtu, 14 Maret 2010
Pukul 19.00-22.30
di @miebiipasta_
Jalan Merpati 6 No 237
Pancoran Mas Depok

Malam Sastra Margonda: Hujan Cinta Februari

Malam Sastra Margonda digagas oleh Mustafa Ismail, Tora Kundera dan Willy Ana. Acara ini diharapkan menjadi ruang bagi para pecinta seni dan sastra di Depok, terutama anak muda, untuk berekspresi sekaligus mengapresiasi sastra. Pada pergelaran pertama akan menampilkan sejumlah sastrawan nasional seperti Zaim Rofiqi, Iwan Kurniawan, Mahwi Air Tawar, Iman Sembada, Sihar Ramses Simatupang, J Kamal Farza, LR Baskoro, dan lain-lain.

Seperti Apa Wajah Sastra Pasca Koran

Seharusnya tulisan yang benar, menurut ejaan Bahasa Indonesia, adalah “Sastra Pascakoran”. Tapi saya kok ya kurang sreg menulis dengan kata “pascakoran”. Penggabungan dua hal ini seperti menisbikan koran dan membentuk kata baru yakni “pascakoran”. Padahal artinya sama dengan Sastra Setelah Koran. Jadi saya pakai ejaan yang salah.

Karya yang Melawan Kebiasaan

Puisi dan cerpen yang asyik, bagi saya, adalah yang melawan kebiasaan dan menyajikan sesuatu yang segar serta dengan cara yang segar pula. Ia bukan potret realitas, meskipun bisa saja bertolak realitas, namun ia harus melebih apa yang menjadi realitas atau terjadi dalam realitas. Di situlah nilai lebih karya sastra.

Jangan Lupa Kirim Puisi untuk PPN Kudus

Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XI diadakan di Kudus, Jawa Tengah, 28-30 Juni 2019. Kegiatan ini akan diramaikan oleh para penyair Indonesia dan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan lain-lain. Seperti biasa pertemuan sastra, kegiatan yang diketuai oleh penyair Jumari HS ini juga ditandai dengan pengumpulan puisi peserta yang akan dibukukan dan diluncurkan pada saat acara.

Video Rekaman Diskusi Sastra di Sosial Media

Sastra di Ruang Medsos. Itulah tajuk diskusi acara bertema “Krearif itu Keren” yang diadakan oleh Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (Fasbuk) di Kudus, Jawa Tengah, 31 Januari 2017. Saya bersama esais Iwan Gunadi didaulat menjadi pemantik diskusi.

Baca Puisi Tak Perlu Seperti Memarahi Puisi

Secara guyonan, saya kadang suka iseng nyelutuk saat melihat orang membaca puisi pakai teriak-teriak: “Tolong jangan memarahi puisi.” Tentu ucapan spontan itu tak akan terdengar oleh orang yang sedang membaca puisi. Tapi minimal orang-orang di sekeliling saya mendengarnya.

Pesta Sastra Akhir Tahun, Banjarbaru dan Bintan

Ada dua festival sastra yang diadakan pada waktu bersamaan pada akhir November hingga awal Desember 2018. Kegiatan pertama diadakan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan nama Banjarbaru Rainy Days Literary Festival. Ini festival sastra kedua di kota yang berselahan dengan Kota Banjarmasin itu, laksana Jakarta dengan Depok. Pertama diadakan pada 2017.

Dari Klise ke Klise, Obrolan Konyol dengan Penyair Milenial

OLEH: MUSTAFA ISMAIL | IG: MOESISMAIl | @MUSISMAIL | MUSISMAIL.COM |

“Apa sih yang baru dalam hidup ini? Peristiwa selalu berulang,” kata Suman, seorang anak muda, yang lagi galau mencipta puisi. Ia berhenti menulis puisi karena merasa tidak ada lagi yang baru dituliskan. “Semua hal rasanya sudah pernah dituliskan menjadi puisi. Soal cinta, kemiskinan, kemelaratan, kejahatan, korupsi, hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, kasih sayang, semua pasti sudah pernah ditulis. Apa lagi?”

Masa Depan Sastra Koran

Oleh: MUSTAFA ISMAIL | IG: MOESISMAIL | @musismail

Tulisan ini adalah pemancing diskusi Seminar Sastra Banjarbaru Rainy Day’s Festival 2018 di Banjarbaru, 30 November-2 Desember 2018.

SAYA memulai tulisan singkat ini dengan sebuah pertanyaan klasik dan sudah sering dibicarakan: benarkah sastra koran kini mengalami senjakala? Benar, media cetak terus mengalami penurunan, baik dari sisi oplah (jumlah cetak) maupun dari iklan. Sejumlah media telah gulung tikar, di dalam maupun di luar negeri. Itu terjadi sejak beberapa tahun lalu.